Selasa, 05 Februari 2013

KADAR VOLATIL SAMPAH

0


KADAR VOLATIL SAMPAH

TUJUAN

Tujuan praktikum ini adalah untuk mengetahui kadar volatil yang di kandung  oleh suatu sampel sampah.

PRINSIP
Prinsip praktikum ini yaitu sampah dipanaskan pada temperatur dimana bagian volatil sampah akan terpijarkan dan menguap.

DASAR TEORI
Senyawa volatil adalah senyawa-senyawa kimia organik yang mempunyai molekul yang kecil dan dapat terdistilasi dengan mudah dalam tekanan atmosfer. Senyawa volatil dalam sampah berasal dari dekomposisi zat organik yang terjadi dalam keadaan fakultatif maupun anaerobik oleh mikroorganisme. Senyawa volatil juga merupakan senyawa organik yang masih dapat dibakar dan menguap pada temperatur tinggi ( 650 C).  Sehingga kadar volatil sampah menunjukkan jumlah zat organik dalam sampah yang menguap melalui pemanasan dengan temperatur tinggi. Hasil pemanasan pada suhu tinggi ini akan meninggalkan abu (ashes) dan residu.  Abu dan residu merupakan material yang lembut, berbentuk bubuk, dan menunjukkan bagian sampah yang tidak volatil. Sampah yang komponennya merupakan bahan-bahan kertas, plastik,kain dan material lain yang dapat terbakar biasa memiliki kadar volatil yang tinggi. Hal ini juga dapat dibuktikan bahwa dengan proses pembakaran yang besar (Proper Incinerator) sampah yang demikian secara signifikan terkurangi dalam hal volume dan berat.

Kadar volatil merupakan parameter kimiawi sampah. Berbeda dengan komposisi dan kadar air sampah yang merupakan parameter fisis sampah. Data mengenai kadar volatil sampah sangat penting dalam manajemen persampahan. Terutama pada proses pengolahannya. Akumulasi senyawa volatil dapat menurunkan PH sampai melebihi kapasitas buffer pada pengolahan anaerobik, sehingga dapat mengganggu proses pengolahan sampah. Sedangkan jumlah abu dan residu penting untuk diketahui dalam penentuan desain incinerator agar dapat memberikan kapasitas penampungan sampah yang sesuai.

Pengukuran kadar volatil dilakukan dengan cara menghaluskan sampah hingga diperoleh berat  4 gram dari hasil pengukuran kadar air sampah.  Sampel yang sudah halus ini kemudian dimasukkan dalam oven. Kadar volatil sampah dapat ditentukan sebagai berikut :

   Kadar Volatil  = (berat sampel kering - berat sampah setelah pemanasan)/(berat sampel kering) x 100 %

ALAT DAN BAHAN
Alat :
-        Cawan krus
-        Penjepit
-        Timbangan digital
-        Oven
Bahan : sampel sampah

 CARA KERJA

a.       Menimbang cawan krus kosong yang sudah dipanaskan dalam oven 600 C selama 1 jam,  kemudian mencatatnya.
b.      Memasukkan sampel sampah ( tanpa melakukan penggerusan ) ke dalam cawan krus, kemudian menimbang dan mencatatnya ( a gram ).
c.       Memasukkan cawan krus ke dalam oven oven 600 C selama 2 jam.
d.      Mematikan oven setelah 2 jam, membiarkan temperatur oven turun, mengeluarkan cawan dan membiarkannya dingin dalam suhu ruangan atau memasukkannya dalam desikator.
e.      Menimbang cawan krus isi setelah dingin dan mencatatnya ( b gram ).



DATA

Berat cawan krus             = 55.899 gram
Berat cawan krus isi sebelum pemanasan ( a )  =  57.674 gram
Berat cawan krus isi setelah pemanasan ( b )    =  56.230 gram

PERHITUNGAN

Kadar volatil

% Kadar volatil   = (berat kurs isi a - berat kurs isi b)/ (berat kurs isi a - berat kurs kosong)x 100 %
                                                        = (57.674 - 56.230 )/ 57.674-55.899) x100 %
                                                        =  81.35 %
        kadar abu
        % Kadar abu                       = 100 % - % Kadar volatil
                                                        = 100 % - 81.35 %
                                                        = 18.65 %

ANALISIS

Hasil perhitungan menunjukkan kadar volatil sampah adalah 81.35 % dan kadar abu sampah adalah 18.65 %. Nilai kadar volatil ini sangat tinggi yang mengindikasikan kandungan organik yang tinggi pula. Pada praktikum ini sampel sampah tidak dihaluskan terlebih dahulu karena bahan yang digunakan bukan bahan yang mudah untuk dihaluskan. Bahan – bahan tersebut hanya dipotong sampai potongan kecil-kecil. Hasil pemanasan pada suhu 600 C tidak menghasilkan abu melainkan berbentuk gumpalan kecil. Hal ini mungkin disebabkan oleh sampel yang hanya terdiri dari sebagian besar plastik dan sebagian lain kertas. Berat yang hilang akibat pemanasan ini merupakan berat organik sedangkan residu yang tertinggal sebagai padata nmerupakan bahan anorganik.

Penentuan kadar volatil berguna untuk mengetahui kemampuan sampah sebagai sumber energi yang dihasilkan dalam pembakaran, jka kandungan organiknya tinggi  jumlah energi yang dihasilkan sekitar 9300 – 14100 Kj/kg. Dengan mengetahui jumlah residu (abu) dapat digunakan dalam perencanaan desain incinerator. Sampah domestik pada umumnya menghasilkan residu 10 – 25 % dari berat totalnya. Sehingga setelah proses pembakaran,  bahan yang disediakan lebih kecil dari pembakaran sampah non domestik (misal : sampah industri)  yang lebih sedikit kandungan organiknya.

  
KESIMPULAN
Kadar volatil sampel sampah       adalah 81.35 % dan kadar abu pada sampel sampah sebesar 18.65 %.
Kadar volatil sampah mengindikasikan besarnya kandungan organik yang ada dalam sampah. Sedangkan kadar residu menunjukkan besar kandungan materi organik atau anorganik yang tidak tervolatilisasi pada pemanasan dengan suhu 600 C.
Kadar volatil berguna untuk mengetahui kandungan energi yang diperoleh dari pembakaran sampah dan jumlah residu yang berguna dalam penentuan desain sistem pengolahan.

DAFTAR PUSTAKA
Howard  S, Rowe, Donald R, Tchobanoglous, George, 1985, Environmental Engineering, Mc Graw Hill Book Company, Singapore.
Sawyer dan Mc Carty, 1978, Chemistry for Environmental Engineering Third Edition, Mc Graw Hill Book Company, Singapore.
Modul Praktikum Laboratorium Limgkungan, Jurusan Teknik Lingkungan FTSP ITB,1999.


0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

 
Design by ThemeShift | Bloggerized by Lasantha - Free Blogger Templates | Best Web Hosting